ACEH TIMUR, Mediasuaranegeri.com – Wilayah Sagoe Pedawa Sweden Daerah 03 Wilayah Peureulak Nama Sandi Kekmin menuntut aparat penegak hukum menjatuhkan hukuman seberat-beratnya kepada oknum aparat terduga pelaku pembunuhan berencana terhadap seorang agen jual beli mobil di Aceh Utara, dengan tuntutan hukuman mati.
Sagoe Pedawa Sweden Daerah 03 Wilayah Peureulak,Nama Sandi Kekmin memberikan Peringatan keras kepada Penegak hukum Jangan sampai Aceh Kembali memanas tentang kejadian yang berapa tahun yang lalu.
Kekmin wilayah Sagoe Pedawa Sweden Daerah 03 Wilayah Peureulak menyatakan dugaan pembunuhan berencana oleh oknum aparat keamanan tersebut dengan modus jual beli mobil yang berujung perampasan dan pembunuhan itu sangat melukai perasaan masyarakat Aceh yang kini sedang melaksanakan ibadah puasa di bulan suci ramadhan, sebab perbuatan pelaku telah sangat melampaui batas kemanusiaan dan melanggar hak asasi manusia,dan apabila pelaku tidak di hukum seberat beratnya Kekmin Sagoe Pedawa Sweden Daerah 03 Wilayah Peureulak akan bergerak Kembali.
“Hati kita semua sangat teriris mengetahui kabar memilukan ini, apalagi menyaksikan video anak korban yang menangis histeris di kuburan ayahnya, sungguh kejam pelaku ini, bagaimana kalau anak mereka yang mengalami itu, apalagi ini bulan puasa, hanya hukuman mati yang pantas untuknya,” kata Kekmin Sagoe Pedawa Sweden Daerah 03 Wilayah Peureulak, Selasa 18 Maret 2025.
Kekmin wilayah Sagoe Pedawa Sweden Daerah 03 Wilayah Peureulak juga mendesak pihak terkait segera memecat pelaku dari institusinya, karena telah melakukan pelanggaran HAM berat yang nyata-nyata mencoreng nama baik organisasi, sehingga pelaku tidak pantas lagi bekerja dan dianggap sebagai aparat negara yang semestinya mengayomi dan menjaga keselamatan masyarakat.
“Kita mendesak unsur pimpinan dari institusi pelaku untuk segera memecatnya, karena oknum yang seperti itu tidak pantas lagi disebut aparat negara, apalagi masih digaji, karena perbuatannya bukan lagi kenakalan atau kejahatan biasa, tapi sudah melakukan kejahatan luar biasa terhadap kemanusiaan,” Ketus Kekmin Sagoe Pedawa Sweden Daerah 03 Wilayah Peureulak tegasnya.
“Selama ini kita semua menyaksikan bahwa masyarakat Aceh telah hidup rukun dan damai, bahkan berdampingan dan berbaur dengan aparat keamanan dengan slogan damai itu indah, jadi jangan sampai ulah oknum yang satu ini merusak segalanya, jadi dia saja yang dihukum berat, pecat dia, proses hukum dan pengadilannya harus terbuka dan berkeadilan, demi mengembalikan kepercayaan publik terhadap institusi,” tandas Kekmin.
Selanjutnya Kekmin Sagoe Pedawa Sweden Daerah 03 Wilayah Peureulak meminta
Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf (Mualem) serta pihak terkait dari institusi tersebut menyantuni dan menjamin hak hidup anak yatim yang ditinggalkan ayahnya tersebut, hingga mereka menempuh pendidikan di perguruan tinggi.
“Mereka kini yatim, tiada lagi harapan dan tempat mengadukan masa depan nasibnya, bahkan tulang punggung keluarganya pun telah direnggut dengan cara – cara yang sangat kejam, jadi kita minta Gubernur Aceh dan institusi itu bertanggungjawab menyantuni dan menjamin hidup mereka, bahkan hingga ke perguruan tinggi,” pungkas Kekmin Sagoe Pedawa Sweden Daerah 03 Wilayah Peureulak.
Tim 86 Asahan
***
